Tepat pukul 02:12 WIB.
Kebiasaan lama muncul. Terbangun dan susah tidur.
Penat, sudah pasti. Sebab pikiran-pikiran tak sehat datang lagi tanpa nyali.
Kali ini sekedar pikiran kosong, tapi terasa penuh.
Ada beberapa angan tergantung, tak jelas. Ada beberapa kerinduan, terus saja membekas.
Messaging alert
Dari batas alter ego.
Kemunculannya tidak tepat.
Sudah larut.
Tidak ada yang peduli. Aku-pun.
Ngeri. Dengan diri sendiri.
Bukan aku. Bukan pula yang menulis sampah-sampah disini.
Cuma salah satu kepribadian lain yang sedang bangun.
Tak ada maksud lain.
Hanya saja....
Hanya saja berusaha membangun Batas lebih tinggi
Pembatas yang mulanya hampir saja hancur,
Secangkir coklat panas pun 'sedang' tidak mempan
atau sunset di atas bukit sore tadi juga 'sedang' tidak sanggup menjadi pelipur
Harapan yang mulai gugur
Pikiran jernih yang mulai luntur
Dan Imajinasi indah yang pelan pelan terkubur.
Kabur.
Gambaran manusia yang kufur..
Aku.
Butuh jeda.
Sesekali supaya dapat tertawa bahagia
Atau senyum tanpa paksa
Dan menangis secara sukarela
Aku.
Butuh Jeda.
Sesekali menjadi peran utama
Bukan menjadi orang ketiga, kelima, dan seterusnya
Dan diantara manusia-manusia yang sedang mencinta
Aku.
Benar-benar butuh jeda.
Jeda dan jeda.







