Follow Us Now


Pages

Secuil Pikiran Busuk!

Sambil dengerin melodi pembuka, Reminiscent-nya Yiruma entah pikiran busuk apa yang tiba-tiba melintas dan tidak bisa ditahan. Yakin deh, ini bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Seorang anak yang ditelantarkan. Oleh seorang lelaki yang biasa disebutnya 'bapak/ayah/papa' atau apalah itu terserah. Intinya mereka sama saja sampah yang berserakan dijalanan? (ups! Bukan maksudnya berkata kasar, tapi mengertilah setidaknya perasaan kacau balau seperti itu).

Tapi seperti itulah kenyataannya. Bahkan kisah itu tidak tau sejak kapan sudah dimulai, dan dia baru menyadarinya. Menggelikan. Pastinya!! Beberapa beban itu menyertai tempatnya tinggal kini yang seperti sebuah pengasingan. Sebenarnya lebih tepatnya pelarian. Karena muak dengan wajah lelaki yang tak pernah hadir dalam rencana masa depan, memutuskan pergi dan mencoba mencari pengalihan. Pada apapun yang menyenangkan (tentunya masih dalam batas aturan). 

Di dunianya kini, hidupnya juga dipenuhi pengabaian. Tidak lagi mudah percaya pada orang-orang yang ramah menyapanya di jalan. Atau sekedar teman lama yang basa basi memulai percakapan. Dia mengabaikannya. Itu bukan hal penting lagi bukan? Karena yang dia ketahui, dunianya hanya ada orang-orang yang ingin di dengar tapi tak ada yang mau mendengarnya. Semua orang mengabaikan segala tentangnya, cerita hidupnya, kesedihannya, kebahagiaannya, bahkan namanya. Tak ada yang ingin tahu tentangnya. Ketika ada seorang teman berkata : "ceritakanlah semuanya padaku, aku mungkin tidak akan bisa membantumu tapi setidaknya aku bisa mendengarnya" dan bila dia percaya, dia akan terluka, karena sebenarnya kata-kata itu hanya penenang. Tidak ada yang benar benar mau mendengarnya. Jadi, buat apa bercerita? itu bukan ketulusan.hanya beberapa bentuk pengabaian yang paling menyakitkan. baginya memasang keceriaan sepanjang hari bukanlah masalah. Dan bagi orang-orang di sekitarnya, mereka nyaman untuk bercerita kepadanya. Apapun. A good Listener. Ya seperti itulah. 

Sebenarnya dia menyukai hobinya mendengarkan orang-orang yang bercerita tentang hidupnya. Tapi lama kelamaan, dia menyadari bahwa dia hanya sebuah perantara. Perantara dengan orang lain. Seperti kurir penyampai pesan. Entah kepada siapapun. Bebannya makin berat, menjaga semua rahasia orang lain. sementara dirinya sendiri juga kesusahan dengan beban yang selama ini ditanggungnya. Tak ada yang tahu. Satupun. Siapapun. 

Katanya, akhir-akhir ini dia mudah stress. Pikirannya kacau, beberapa memori juga kabur. Terkadamg tertawa sendiri, bergumam sendiri, kemudian menangis sendiri, lalu setelahnya dia tertidur. Dia selalu ingat bagaimana ketika orang-oranh bahkan keluarganya yang selalu menyebut namanya dengan orang lain, membandingkannya dengan orang lain, dan merendahkannya sesuka hati. Dia masih ingat. Baginya itu tidak seberapa dibanding awal kisah dari pengabaiannya dimulai. 

Mungkin dia bersikeras tidak membutuhkan siapapun, karena baginya semua nya sama. tidak ada satupun yang mau mendengarkannya. Meskipun mulut sudah mulai terbuka, kemudian mengurungkannya. Dia tidak seleluasa itu untuk bercerita. Padahal dia sangat membutuhkannya. Katanya lagi, kepalanya sudah seperti ingin meledak, karena semenjak hidupnya dimulai dia tidak pernah mencurahkan isi hatinya. Pada siapapun. Beban yang ditanggungnya sendiri makin menumpuk, tapi dia masih bertahan. Dan harus. 

Bisa saja dia memang cuma bayangan, atau cuma kurir pengantar pesan, atau cuma perantara dari Tuhan. Tapi sungguh! Bercerita pada Tuhan saja tidak cukup. Dia juga ingin menunjukkannya atau sekedar menangis di pundak seseorang. Klasik sih emang. Tapi dia sangat membutuhkannya. Dengan begitu, setidaknya dia bisa bersyukur meskipun dia diabaikan banyak orang atau ketika kehadirannya tidak dianggap sama sekali. 

Baginya, dalam hidupnya sendiri dia bukanlah tokoh utama. Dia tetap menjadi pemeran pembantu, membantu mendengarkan semua keluh kesah orang-orang disekelilingnya. Meskipun sudah muak, dia tetap berpura-pura. Yang dia yakini, semua pasti baik-baik saja. Pasti. Bersabarlah sedikit lagi...

Viewers

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "