Perkenalkan. Untuk sekarang ini Aku adalah kabut.
Seperti asap tebal, putih nan pekat tapi tidak berbau.
Aku selalu hadir di cuaca yang dingin, terutama ketika pagi.
Bagi manusia aku hanya pengganggu.
Pengganggu yang menghalangi jarak pandang mereka.
Pengganggu, karena aku bagaikan lambang mistis yang membawa malapetaka.
Menjelang siang matahari mengusikku, kemudian kali ini aku menjadi udara basah yang tak terlihat. Tidak ada yang tau, tapi aku mampu melihat sekeliling.
Mereka tidak merasakan kehadiranku, tapi aku ada.
Aku disini, tapi tak ada yang bisa mendengar.
Mereka menggapaiku, tapi mereka tak merasakannya.
Aku, kabut dan udara sudah sejak awal diciptakan dalam kesunyian menanggapi dunia yang bising hanya dengan deru lirih angin yang bergesekan dengan dahan.
Aku, kabut dan udara yang sudah menjadi saksi bisu kebohongan yang memuakkan. Ucapan yang hanya sekedar lisan. Mereka, makhluk-makhluk tak berperikemanusiaan.
Aku. Kabut dan udara, yang sering kali memberontak pada Tuhan supaya dapat menjelma menjadi makhluk terkutuk seperti mereka, sesekali menjadi hina seperti manusia tidak apa-apa. Daripada terus menerus terkurung dalam kesunyian.
Menjadi makhluk tak berperikemanusiaan pun tidak apa-apa, karena aku pun terlahir untuk tidak memiliki jiwa seperti mereka.
Aku. Kabut dan udara, pembenci hal-hal yang bersifat fana, padahal aku sendiri pendusta. Pembenci segala hal kebohongan tentang manusia, padahal aku sendiri pendosa.
Seperti asap tebal, putih nan pekat tapi tidak berbau.
Aku selalu hadir di cuaca yang dingin, terutama ketika pagi.
Bagi manusia aku hanya pengganggu.
Pengganggu yang menghalangi jarak pandang mereka.
Pengganggu, karena aku bagaikan lambang mistis yang membawa malapetaka.
Menjelang siang matahari mengusikku, kemudian kali ini aku menjadi udara basah yang tak terlihat. Tidak ada yang tau, tapi aku mampu melihat sekeliling.
Mereka tidak merasakan kehadiranku, tapi aku ada.
Aku disini, tapi tak ada yang bisa mendengar.
Mereka menggapaiku, tapi mereka tak merasakannya.
Aku, kabut dan udara sudah sejak awal diciptakan dalam kesunyian menanggapi dunia yang bising hanya dengan deru lirih angin yang bergesekan dengan dahan.
Aku, kabut dan udara yang sudah menjadi saksi bisu kebohongan yang memuakkan. Ucapan yang hanya sekedar lisan. Mereka, makhluk-makhluk tak berperikemanusiaan.
Aku. Kabut dan udara, yang sering kali memberontak pada Tuhan supaya dapat menjelma menjadi makhluk terkutuk seperti mereka, sesekali menjadi hina seperti manusia tidak apa-apa. Daripada terus menerus terkurung dalam kesunyian.
Menjadi makhluk tak berperikemanusiaan pun tidak apa-apa, karena aku pun terlahir untuk tidak memiliki jiwa seperti mereka.
Aku. Kabut dan udara, pembenci hal-hal yang bersifat fana, padahal aku sendiri pendusta. Pembenci segala hal kebohongan tentang manusia, padahal aku sendiri pendosa.












