Follow Us Now


Pages

Bukan Bapak!

Desember masih tetap sama
Pun adalah hari ulang tahunmu, bulan lahirmu
Dan kau masih tetap sosok yang sama!
Tak pernah berubah
Tetap menebar kebencian yang tak bersudah

Musim hujan yang enggan mereda,
Sama halnya kesunyian yang berkesinambungan
Tuturmu sama sekali tak bermakna
Digubrispun percuma

Bait doa yang terselip hampir tak ada namamu
Titahmu? Semua semu.
Hidup yang harusnya berirama tak lagi berlagu
Jangan kira, bungamu sudah tumbuh
Bukan lagi benih kecil yang mudah layuh
Bukanya tidak tahu menahu
Hanya saja mencoba menutupi kebencian yang sulit dirayu
Bahkan dengan kata rindu
Hati tak lagi bergejolak
Yang tinggal hanya beberapa pikiran mblangsak

Tak ada yang patut dibanggakan
Hadirmu saja adalah tipuan
 Meyakinkanku, percuma.
Disini hanya keraguan..

Pinta bodohku dari ketidakbergunaanmu adalah :
Ketiadaanmu
Atau setidaknya kesengsaraanmu
Atau ketidakhadiranmu
dan atau-atau lainnya yang buruk bisa menimpamu

Aku terlalu durhaka
Menyematkan luka - luka dengan mesra
Tak perduli siapa, sebab tak pernah ada tempat untuk rasa

Dan seorang pembual besar mencoba menuliskan beberapa bait tanpa penyesalan
Pengharapan tanpa balasan
Dan penyiksaan tanpa ampunan
Tentang semua yang tidak bisa diceritakan
Dan tentang apa yang selalu didendamkan
Tidak ada lagi celah kerinduan
Yang ada hanya tumpukan-tumpukan cacian dan makian

Kalaupun itu ada rindu yang bergejolak, bukan untuk mu..
Bukan bapak!
Bukan untuk Bapak!


Tertanda,
Gadismu yang selalu durhaka

Viewers

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "