Follow Us Now


Pages

n o v e m b e r

Masih ingat? Minggu pertama di November lalu, sepertinya masih hangat untuk dibicarakan. November yang masih dipenuhi hujan-hujan yang menyebalkan. Meskipun kadang cuma gerimis, tetap saja bukan hal yang perlu dinikmati. 

Hari itu juga sama, seharian mendung di kota jogja. Menengok keluar jendela pun enggan. Aku lebih suka menghabiskan waktu di atas kasur dengan radio, dan selimut yang menutup seluruh badan. Pagi di jogja waktu itu masih tetap dingin jadi,,, it was God of lazy time. Dan rutinitas pagi selain itu  sama seperti makhluk-makhluk di muka bumi di era 2016 adalah 'check the phone' . Entah ada gak ada message, atau broadcast yang benar-benar mengganggu, itu sudah kepuasan cuma dengan sekedar ngintip.

Tapi pagi itu mataku menangkap sebuah nama di barisan obrolan BBM. Ada namamu di barisan kedua. pesan ke 4 yang kamu kirimkan 'lebih dulu' selama kita saling mengenal. Pesan darimu cukup untuk mengawali pagi yang masih dipenuhi gerimis dan awan pekat yang masih tak mau beranjak.

Beranjak sore, aku menungumu. Pukul 16.00, belum juga ada tanda tanda kehadiranmu. Sempat beberapa kali terpikir 'ah ya, mungkin lupa'. Tapi ternyata kamu datang satu jam kemudian, dengan jaket hitam dan jeans selutut yang biasa kamu kenakan. kalo boleh jujur, sebenernya pengen ketawa sih, kamu datang dengan keadaan kacau karena baru bangun tidur, terlihat dari matamu yang masih merah kamu juga meminta maaf karena ketiduran dan hampir lupa dengan janji yang sudah kamu buat. kamu hanya menyerahkan  kresek hitam dengan pesanananku, kemudian langsung berpamitan pergi dengan senyum, yang bahkan aku tak bisa mengartikan. Wajahmu yang seringkali tertunduk ketika kita saling berhadapan begitu juga sore itu.

Aku melihat punggungmu yang mulai menjauh, dan memastikan kamu benar-benar pergi meninggalkan aku yang mematung masih dengan kerinduan. Tak ada hak ku menahanmu tetap disini, meskipun sedikit kecewa karena hanya melihatmu beberapa detik. Kamu terlalu dingin, sangat malah. Kamu hanya akan bicara jika kamu menginginkannya. kamu bukan tipe orang yang dengan transparannya menunjukkan kepedulian, kamu adalah orang yang selalu berkutat dengan game catur di handphone ketika jenuh, atau membahas tentang bola. kamu juga bukan orang yang suka mengabadikan momen bahagiamu di media sosial. 'Aku hidup di dunia nyata, bukan dunia maya' begitu katamu. Kamu terlihat angkuh, arogan. kadang kamu juga terlihat kacau, tapi sebenarnya perfeksionis,idealis. kamu cukup bertanggung jawab dengan ucapanmu. Kamu begitu misterius, Dan cukup membuatku juga kacau. Tidak apa apa kalau kamu tidak mengerti sekarang. Mungkin suatu hari nanti? Atau hanya tetap akan abadi di tulisan ini saja? Entahlah...

Viewers

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "