Follow Us Now


Pages

Masih Tanda Tanya

Sepertinya akhir akhir ini hidup sudah mulai berat. Enggan melihat pagi, dan lebih mencintai malam dengan mata terpejam. Tiap kali membuka mata, ada bayangan bayangan asing muncul tiba tiba. Dan satu detik kemudian, airmata keluar entah karena apa. Atau beberapa kali mencaci maki Tuhan, atau beberapa kali juga melempar bantal ke sudut ruangan, lalu mendengus kesal dan mulai berteriak (lirih). Beberapa malam terakhir mimpi dalam tidur hanya samar, wajah-wajah yang di blur dan alur yang.....entahlah. 

Sesekali memandang cermin dengan wajah muram, lalu beberapa detik setelahnya berubah menjadi senyuman, lalu di detik berikutnya lagi menjadi wajah amarah. Aduh, terlalu banyak topeng, lalu mana yang harus aku pilih untuk menyembunyikan? Padahal rutinitasku masih panjang dan itu menjenuhkan. Hari-hari terlalu flat untuk dinikmati, tujuan yang semulanya ditata rapi di ujung langit, malah menggantung di udara. Tak ada yang istimewa selain kekacauan dan kepura-puraan. 

 Setiap jalan menuju kampus, rasanya seperti lorong yang terus menyempit. wajah-wajah yang mulai tidak familiar, dan terkutuk. oksigen-ogsigen disini sepertinya sudah tidak cukup lagi. Dan hal yang paling kubenci adalah, ketika bertemu seorang teman. karena itu artinya kita harus menyapa, basa basi dan sesuatu lainnya yang memuakkan. Manusia-manusia yang tiap hari kutemui, kulewati (mungkin), itu hanya sebuah rumput-rumput liar yang tak terurus. Ada dunia sendiri disini dimana manusia lain tidak bisa memasukinya. Butuh kode akses khusus dan tentu hanya aku yang tahu. dan jika menanyakannya padaku, tentu, aku tidak akan membiarkan siapapun tahu. karena memberikan kode akses sama saja memberikan kartu as di atas meja. 

Sedang di fase hidup bagian mana aku juga tidak mengerti. Tetapi disini mulai kacau, di dalam kehidupan orang lain aku hanya figuran. dan di kehidupanku sendiri aku juga figuran. Terhadap diriku sendiri aku terlalu banyak berbohong. Maaf. Tapi hanya ini yang bisa kulakukan.

Jadi buat yang tidak mengenalku, bersyukurlah. Saat ini kalian terhindar dari bahaya. Sebelum aku menemukan sosok apa yang ada dalam tubuhku yang akhir akhir ini begitu menyiksaku dengan kejam, jangan mengenalku, menyapaku, sekalipun melihatku. Jangan. Apapun itu, aku juga tidak ingin terlibat dengan kehidupan orang lain Kalaupun bisa aku juga tidak ingin terlibat dengan hidupku sendiri. 


Apa yang terjadi besok ,besoknya lagi dan besok besoknya lagi masih belum tahu. Masih tanda tanya. Semoga saja masih bisa meletakkan jari-jari di atas tuts dengan oksigen yang cukup.




Dari bedebah kecil,
Di tengah kekacauan di bulan Desember

Viewers

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "